Self Improvement Dalam Pandangan Islam

mulakan-dengan-niat
Bismillahirrahmanirrahim, Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi saya pribadi dan pembaca.

Menarik memang saat bahas tentang “Self Improvement”, karena memiliki arti yaitu perbaikan diri untuk mengubah dan meningkatkan potensi diri untuk menjadi lebih baik.

Dalam post kali ini, tentunya lebih mengedepankan “Perbaikan Diri” dalam pandangan Islam. Sebelum saya menulis artikel ini, mulanya saya terinspirasi dalam postingan agan Big Zaman yang berjudul Immediate-Self Improvement. Beliau membahas tentang Self Awareness – Self Acceptance – Self Improvement, tapi disini saya ingin membahas tentang Self Improvement namun dalam pandangannya menurut Islam. Woow, so exited.

Dalam Islam, mungkin Self Improvement bisa disamakan dengan Muhasabah. Muhasabah adalah sebuah upaya evaluasi diri terhadap kebaikan dan keburukan. Yang jika saya kaitkan, baik Self Improvement dan Muhasabah adalah cara untuk meningkatkan diri menjadi manusia yang lebih baik lagi.

Manusia memang tidak pernah luput dari yang namanya kesalahan dan dosa, sebab itu Allah Azza Wajalla berfirman :

18)يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18). Sumber

Penggalan ayat diatas menjelaskan bagaimana harusnya kita menjadi hamba di dunia ini, semua semata-mata untuk bertaqwa kepada Allah Azza Wajalla. Dan apapun yang kita kerjakan hari ini adalah untuk bekal nanti di akhirat. Perbuatan baik ataupun buruk, semua itu akan mendapat balasan.

Allah Azza Wajalla berfirman :

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (7) وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ (8)

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (QS. Al-Zalzalah : 7-8) Sumber

Sungguh, apapun yang kita kerjakan entah itu baik atau buruk semua akan mendapat balasan yang setimpal.

Dalam melakukan perbaikan, terlebih untuk meningkatkan ketaqwaan memang akan terasa berat pada mulanya, karena itu semua tidak terlepas dari godaan syaitan. Kita sebagai manusia tidak dapat menyalahkan syaitan, karena itu memang sudah menjadi tugas mereka dalam menyesatkan manusia. Semua tergantung akan Niat dari individu masing-masing, apakah itu semua tulus hanya untuk mengharap Ridha Allah semata atau kita melakukan itu semua hanya untuk Riya. Wallahu a’lam.

Advertisements
By septiiaann Posted in Story

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s